Tuesday, October 8, 2013
Cycling to School Transport
Indeed,
using a vehicle to school is not a good idea, especially with the rise of the accidents
were caused by the student or students who drive. It is a polemic existing
problems in our country. Members of Parliament from the Riau Islands, Yudi
Carsana merupaka circular, but is not effective if the agents did not expressly,
Kadispen Taufik Yudi Mulyanto issued a circular but is merely an appeal. Of all
these accidents, it is largely due to students using vehicles such as
motorcycles and cars.
Therefore
to avoid these issues, cycling is another way to drive to school. Cycling can
improve fitness, reduce fat levels, lowering the risk of heart disease, and of
course make students healthier. It also could reduce the crime rate that
occurred in public transport, as public transport can not provide good service.
It also provides an effective and efficient cycling time because they can avoid
the congestion of the city and the cost of spending money is cheaper.
Head
of Education Pekanbaru Zulfadil said, the school must conduct early detection
of aberrant student behavior.
The
detection by observing the behavior of students during the school day. Thus,
the involvement of students against criminal motorcycle gangs can be
anticipated as early as possible.
"If
the student is in school sleepy - sleepy, or often come to school late, or
often absent, this should be suspected. A activity overnight," said
Zulfadil, when met in Parliament Pekanbaru, recently.
The
number of students involved in a motorcycle gang crime, according Zulfadil, has
been minimized by minimizing the number of students bike to school users.
Established policies cycling to school. "Following on from that, we 've
given the bike to help students who can not afford, "he said. Using a
bicycle to school, students will become more healthy and orderly attend to
school. If there are students who took the motor to the school, said Zulfadil,
schools were ordered to not allow students to bring the bike to the school yard.
"What junior high school student, has certainly had no driver's license,
school no authority to ask for the SIM. We ask the police crack down students
who use the bike to school," he pleaded.
A
study involving several universities and Arthur Foundation in Denmark regarding
the effect of cycling on school children said that children who ride a bicycle
or walk to school have a higher ability to concentrate while in class than
those who do not. The study also mentions that children delivered by car or use
public transportation to school has less than satisfactory grades in exams that
require concentration. Those who exercised alone or cycling to school has a
concentration level of about one to four hours longer.
This
study surprised scientists, because of their previous hypothesis focuses on the
effects of breakfast and lunch to the children's ability to concentrate. "Studies
suggest that breakfast and lunch does have an influence on the concentration,
but not as a result than when they move," said Niels Egelund. One of the
chief investigator. "As a child in class three, if you are walking or
biking to school, then your ability to concentrate will increase and the
equivalent of half their first year in school," said Egelund .
The
study included 19.527 students aged 5 to 19 . The participants were given
questions about their exercise habits and given tests to measure their
concentration skills. "Everyone knows the feeling fitter after exercise,
but it is very surprising because efenknya can be so long," said Egelund
Saturday, October 5, 2013
Seamolec ITB
Setelah sekian lama kami menunggu tanpa kepastian karena "tentative" selalu membayangi kami (haha). Akhirnya tentative itu pergi juga :D
Menjalani waktu sehari hari disana waktu itu begitu amat berat, selalu pikiran dan hati ini tidak tenang.
Kadang tidak bisa tidur karena banyak sekali tugas yang memiliki deadline yang sangat sempit. Selalu aja ada sesuatu yang membuat kepala itu selalu di tekan. Menurut saya, lebih baik langsung di tekan secara fisik dibanding tertekan di kepala ini. Baru pertama kali saya mengalami hal itu, memang awalnya begitu tidak bisa menerima. Tetapi setelah semuanya beres, ternyata semua ini sangat bermanfaat sekali. Tidak menyangka awalnya hal, tapi sesuatu yang dipaksakan secara tidak biasa akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang baik bagi saya, dan mungkin semua teman" ku pun merasakannya.
Terima kasih kepada SEAMOLEC direktur Pak Gatot yang menfasilitasi kami dalam belajar mengajar, dan kakak" S2 yang selalu membimbing dan sabar akan kelakuan saya. Maaf atas semua kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja yang tidak enak dihati, semoga semua bisa mendapatkan impiannya masing". Amiinn :D
Banyak sekali cerita yang kami ukir ketika masih di SEAMOLEC kala itu, dan saya tidak akan pernah lupa :)
Terima Kasih semuanya, dan mari berjuang bersama-sama lagi di tempat yang baru nanti :D
Tuesday, October 1, 2013
Menghasilkan Uang yang Tidak Mungkin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sabtu,
28 September 2013 tempat di Universitas Terbuka, disitulah kami melakukan
Outbound. banyak sekali kegiatan yang sungguh kami mungkin tidak pernah
mendapatkannya di tempat lain, pengalaman yang kami dapatkan dari outbound ini
tidak sebanding dengan uang yang kami bayar. Kami dilatih menjadi pribadi yang
sangat baik, untuk membantu kami nanti di masa depan. Dari semua kegiatan
outbound tersebut diantaranya yaitu kegiatan teknoprener dimana kita harus
menjual dua kapsul yang bisa berubah menjadi pulpen dengan harga yang
setinggi-tingginya.
Waktu
itu saya menjual ke tiap orang yang saya lewati, saya tawari ada yang mau
mendengarkan tapi ujung-ujungnya tidak membeli, adapaun juga yang langsung
menolak untuk membeli. Ini sulit juga tidak semudah yang sebelumnya
dibayangkan. Nah ketika itu di Perumahan Harmoni kalau tidak salah, saya
menjual pulpen tersebut dengan target orang cina. Saya jelaskan bahwa ini saya
mendapatkan tugas teknopreneur untuk menjual pulpen ini, dan ini pun merupakan
pelajaran untuk saya agar bisa berjualan dan menghilangkan rasa malu untuk
berjualan. Ini pulpen pun hasil penjualannya akan saya gunakan untuk membantu
membiayai teman-teman yang memiliki masalah dengan biaya pendidikan. Maka dari itu
saya menawarkan harga ini setinggi-tingginya, Ibu kira-kira berminat untuk
membayar lebih? Pembicaraan tersebut tentu diselingi oleh pertanyaan Ibu
tersebut, tapi saya sebisa mungkin menjelaskannya, dan meyakinkan agar bisa
terjual. Dan akhirnya terjual juga dengan harga Rp. 30.000,-
Saya
kehabisan waktu ketika transaksi itu, karena harus kembali lagi ke UT. Agar
segera terjual habis, saya berinisiatif mencoba menawarkan sisa satu pulpen
tersebut kepada pacar (hehe) dan teteh saya. Saya menggunakan media social
Whatsapp, karena lebih simple juga dan bisa upload foto.
Percakan
dengan sang pacar (hehe):
Saya : Yank, ada yang baru nih. Bisa bikin kita
berdua kuat! (haha)
Pacar : Maksudnya? (haha XD)
Saya : Ini panji jual pulpen harganya Rp. 75.000,
mau bayar lebih engga?
Pacar : Mahal amat.
Saya : Ya engga lah, pulsa aja Rp. 25.000, cuma
bisa sebulan. Tapi pulpen bisa bertahun-tahun. Hihi. Ini pulpen dari hasil
penjualannya insyaallah buat bantu temen-temen yang bermasalah sama biaya
pendidikan. Ini penampakannya.
Pacar : Ih aneh pulpennya. Haha. Iya iya boleh yank
pesen satu :D
Itu diantaranya percakapan kami, saya tidak memasukan
semuanya dikarenakan bisa membuat malu.Akihirnya pun hari esoknya uangnya
ditrasfer ke rekening.
Dan ini merupakan percakapan dengan Teteh saya, dan intinya
gagal. Tidak tau karena mungkin kehabisan paket. Hehe
Teteh menolak harga yang saya tawarkan, tetapi dia tetap
ingin memberikan sebagian rezekinya. Tetapi saya bilang lagi bahwa saya bukan bertujuan untuk meminta-minta. Tapi kami mengusahakan
uang yang kami hasilkan dari menjual barang-barang ini, dan akhirrnya pun tidak
membalas chat whatsapp saya, sehingga dikatakan gugur.
Alhamdulillah pulpen akhirnya terjual habis. Ini merupakan pengalaman yang baru mengenai menjual
barang dengan cara seperti ini. Saya biasanya hanya mempromosikan saja mengenai
barang yang saya jual, tapi ya penghasilannya itu tidak secepat ketika saya
menawarkan pulpen lalu harus habis menjualnya.
Ini bekal yang sangat baik untuk masa depan saya nanti,
karena selain saya bekerja di bidang saya, saya ingin berbisnis yang sejalur
dengan bidang saya ataupun yang tidak sejalur. Saya ingin menerapkan bahwa bekerja itu hanya sebagai tambahan uang saja, jadi
penghasilan sesungguhnya pada bisnis yang saya geluti. Karena saya tidak ingin
dipatok oleh waktu oleh pekerjaan, tapi saya yang mematok waktu saya sendiri.
Subscribe to:
Comments (Atom)










