Alhamdulillah sudah ditetapkan, kabar tentang jadwal keberangkatan Mamah Bapa ke tanah suci untuk melaksanakan ibadahnya sebagai muslim.
Tapi, seiring dengan kabar bahagia tersebut terbesit pula kesedihan yang begitu mendalam.
Yaa jalan hidup ku ini juga memang bersangkutan.
Posisi ku ini adalah seorang laki" anak pertama dengan 2 adik, dan sedang melanjutkan kuliah jauh dari hangatnya keluarga.
Yaa memang semua tentang keluargaku sudah diberikan tanggung jawab padaku, tapi sebenarnya ga mau sedikitpun tau tentang semuanya.
Dengan semua ini, saya pun di buat bingung dengan jadwal kuliah yg sepertinya itu tanggal persentasi besar.
Saya ingin sekali menghadiri keluarga saya nanti ketika keberangkatan ke tanah suci. Karena saya sangat menyayangi mereka.
Mungkin kata orang sering di bilang manja, selalu ingin dekat dengan keluarga, tidak bisa mandiri..
Tapi semua itu bisa jadi tidak ada benarnya sama sekali, tergantung kita memandangnya dari segi lain..
Saya selalu sulit jauh dari keluarga, ya karena saya berpikir untuk apa gunanya?
Yang saya ingin adalah, ya justru ini saatnya saya yang harus menjaga mereka setelah mereka menjaga saya bersabar hingga sebesar ini.
Untuk apa kita pergi jauh karena keinginan dan ego kita sendiri.
Bagaimana akhirnya kalo kita yg ditinggalkan selamanya ketika kita jauh dari mereka, apa yang telah kita perbuat untuk mereka?
Hal apa yang telah kita berikan pada mereka?
Mandiri itu bisa trjadi secara alami ketika kita telah kehilangan sesuatu, yaa sesuatu tentang hal apapun..
Semoga tanggal 23 nanti bisa hadir.
Panji sayang mamah bapa :*
No comments:
Post a Comment