Sabtu,
28 September 2013 tempat di Universitas Terbuka, disitulah kami melakukan
Outbound. banyak sekali kegiatan yang sungguh kami mungkin tidak pernah
mendapatkannya di tempat lain, pengalaman yang kami dapatkan dari outbound ini
tidak sebanding dengan uang yang kami bayar. Kami dilatih menjadi pribadi yang
sangat baik, untuk membantu kami nanti di masa depan. Dari semua kegiatan
outbound tersebut diantaranya yaitu kegiatan teknoprener dimana kita harus
menjual dua kapsul yang bisa berubah menjadi pulpen dengan harga yang
setinggi-tingginya.
Waktu
itu saya menjual ke tiap orang yang saya lewati, saya tawari ada yang mau
mendengarkan tapi ujung-ujungnya tidak membeli, adapaun juga yang langsung
menolak untuk membeli. Ini sulit juga tidak semudah yang sebelumnya
dibayangkan. Nah ketika itu di Perumahan Harmoni kalau tidak salah, saya
menjual pulpen tersebut dengan target orang cina. Saya jelaskan bahwa ini saya
mendapatkan tugas teknopreneur untuk menjual pulpen ini, dan ini pun merupakan
pelajaran untuk saya agar bisa berjualan dan menghilangkan rasa malu untuk
berjualan. Ini pulpen pun hasil penjualannya akan saya gunakan untuk membantu
membiayai teman-teman yang memiliki masalah dengan biaya pendidikan. Maka dari itu
saya menawarkan harga ini setinggi-tingginya, Ibu kira-kira berminat untuk
membayar lebih? Pembicaraan tersebut tentu diselingi oleh pertanyaan Ibu
tersebut, tapi saya sebisa mungkin menjelaskannya, dan meyakinkan agar bisa
terjual. Dan akhirnya terjual juga dengan harga Rp. 30.000,-
Saya
kehabisan waktu ketika transaksi itu, karena harus kembali lagi ke UT. Agar
segera terjual habis, saya berinisiatif mencoba menawarkan sisa satu pulpen
tersebut kepada pacar (hehe) dan teteh saya. Saya menggunakan media social
Whatsapp, karena lebih simple juga dan bisa upload foto.
Percakan
dengan sang pacar (hehe):
Saya : Yank, ada yang baru nih. Bisa bikin kita
berdua kuat! (haha)
Pacar : Maksudnya? (haha XD)
Saya : Ini panji jual pulpen harganya Rp. 75.000,
mau bayar lebih engga?
Pacar : Mahal amat.
Saya : Ya engga lah, pulsa aja Rp. 25.000, cuma
bisa sebulan. Tapi pulpen bisa bertahun-tahun. Hihi. Ini pulpen dari hasil
penjualannya insyaallah buat bantu temen-temen yang bermasalah sama biaya
pendidikan. Ini penampakannya.
Pacar : Ih aneh pulpennya. Haha. Iya iya boleh yank
pesen satu :D
Itu diantaranya percakapan kami, saya tidak memasukan
semuanya dikarenakan bisa membuat malu.Akihirnya pun hari esoknya uangnya
ditrasfer ke rekening.
Dan ini merupakan percakapan dengan Teteh saya, dan intinya
gagal. Tidak tau karena mungkin kehabisan paket. Hehe
Teteh menolak harga yang saya tawarkan, tetapi dia tetap
ingin memberikan sebagian rezekinya. Tetapi saya bilang lagi bahwa saya bukan bertujuan untuk meminta-minta. Tapi kami mengusahakan
uang yang kami hasilkan dari menjual barang-barang ini, dan akhirrnya pun tidak
membalas chat whatsapp saya, sehingga dikatakan gugur.
Alhamdulillah pulpen akhirnya terjual habis. Ini merupakan pengalaman yang baru mengenai menjual
barang dengan cara seperti ini. Saya biasanya hanya mempromosikan saja mengenai
barang yang saya jual, tapi ya penghasilannya itu tidak secepat ketika saya
menawarkan pulpen lalu harus habis menjualnya.
Ini bekal yang sangat baik untuk masa depan saya nanti,
karena selain saya bekerja di bidang saya, saya ingin berbisnis yang sejalur
dengan bidang saya ataupun yang tidak sejalur. Saya ingin menerapkan bahwa bekerja itu hanya sebagai tambahan uang saja, jadi
penghasilan sesungguhnya pada bisnis yang saya geluti. Karena saya tidak ingin
dipatok oleh waktu oleh pekerjaan, tapi saya yang mematok waktu saya sendiri.







lanjutkan
ReplyDeleteAhahaaayyydeuh eta chat sm c uni d capture :D
ReplyDelete